Penyebab Orang Sehat Terkena Serangan Jantung

Jakarta, Orang sehat yang tiba-tiba kena serangan jantung jumlahnya semakin banyak. Padahal orang sehat ini tidak punya masalah jantung dan mengeluh jantungnya sakit. Tapi ada satu penyebab yang bikin orang sehat kena serangan jantung. Penyebabnya adalah denyut jantung yang tidak normal (abnormal). Denyut jantung yang tiba-tiba tidak normal menurut penelitian memicu 8-9 kali lipat risiko kematian akibat serangan jantung,...


Lanjut baca...

Bila Ortu Marah, Otak Anak Bakal Menyusut

Tak hanya saat marah, bahkan bila orangtua berbohong, hal yang sama akan terjadi. Kondisi semacam jika diteruskan akan menghambat terjadinya pertumbuhan otak normal. "Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang dalam merasa, meraba, melihat," kata Kepala Sub Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Intelegensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu ...


Lanjut baca...

SIK UNTUK JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

  Penundaan kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia akhir Maret ini tidak sia-sia dengan dimenangkannya voting UU Reformasi Kesehatan di Kongres. Meskipun tidak berimbas secara langsung, peristiwa tersebut telah menginspirasi kebijakan kesehatan di negeri yang pernah ditinggali oleh Obama selama 4 tahun ini. Hal ini terbukti dari ...


Lanjut baca...

Menekan Gizi Buruk Melalui Posyandu

Sejak dirintis tahun 1983, hingga saat ini Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) membawa manfaat penting bagi rakyat. Walau sempat "mati suri" di awal tahun 2000, namun kini pemerintah berusaha mengampanyekan posyandu sebagai ujung tombak deteksi dini kesehatan rakyat, khususnya anak-anak. Di Ibu Kota, revitalisasi Posyandu dilakukan sejak awal tahun 2006. Sejak itu jumlah posyandu yang...


Lanjut baca...

Perokok Pasif Paling Dirugikan

Berdekatkan dengan orang yang sedang menghisap rokok memang sangat membahayakan. Pasalnya, asap yang terhirup oleh perokok pasif memberi dampak dan risiko kesehatan yang jauh lebih besar. Seperti diungkapkan pengamat masalah kesehatan, Kartono Mohamad, para perokok pasif kerap menghisap asap rokok yang tidak tersaring. Asap rokok ini berasal dari sekitar 85 persen asap...


Lanjut baca...
01234

viewresultsVISI

TERWUJUDNYA MASYARAKAT PURBALINGGAYANG SEHAT MANDIRI DAN BERKEADILAN”

runcontrolMISI

  1. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat.

  2. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau dan berkeadilan.

  3. Mewujudkan ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan yang profesional.

  4. Merumuskan kebijakan dan memantapkan manajemen untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan.

 

 

Perokok Pasif Paling Dirugikan
Berita
Sabtu, 19 Februari 2011 09:29
perokok-anakBerdekatkan dengan orang yang sedang menghisap rokok memang sangat membahayakan.  Pasalnya, asap yang terhirup oleh perokok pasif memberi dampak dan risiko kesehatan yang jauh lebih besar.

Seperti diungkapkan pengamat masalah kesehatan, Kartono Mohamad, para perokok pasif kerap menghisap asap rokok yang tidak tersaring. Asap rokok ini berasal dari sekitar 85 persen asap dalam ruangan yang biasanya merupakan asap samping (sidestream smoke) dari ujung rokok yang membara.
Asap yang terhirup perokok pasif inilah yang menjadi ancaman mematikan. Asap ini mengandung 50 kali jumlah bahan kimia penyebab kanker yang dihisap  perokok aktif.

"Perokok pasif mempunyai dampak buruk yang lebih besar daripada perokok aktif. Asap rokok itu cepat kerjanya. Dalam 15 menit langsung masuk ke DNA dan beberapa detik sudah mempengaruhi kerja otak. Sayangnya, hal ini terjadi pada perokok pasif," kata pengamat masalah kesehatan, Kartono Mohamad, yang menjadi pembicara pada Kosultasi Publik Raperda Kawasan Tanpa Rokok, Jakarta, Senin (24/1/2011).

Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu juga memaparkan, asap tembakau mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia. Banyak di antaranya beracun dan beberapa bersifat radioaktif.

Lebih dari 40 diketahui menyebabkan kanker. Bahan kimia ini terutama terkonsentrasi di dalam tar (penyebab iritasi paru dan penyebab kanker), nikotin (menimbulkan adiksi) dan karbon monoksida (mengikat oksigen sehingga tubuh kekurangam oksigen). Beberapa bahan kimia merusak pembuluh darah dan lainnya menyebabkan kanker.

"Rokok itu bersifat adiktif, orang yang ketagihan rokok itu seperti ketagihan morfin, bedanya rokok lebih murah dan mudah didapat. Persoalannya adalah para perokok pasif ini tidak peka terhadap orang-orang disekitarnya," papar Kartono.

Kartono juga memaparkan bahwa residu nikotin yang menempel di karpet atau dinding hampir mustahil di hilangkan atau bersihkan. Karpet tiap hari menyerap uap nikotin selama bertahun-tahun sehingga tidak dapat dibersihkan.

Anak-anak terancam

Hal inilah yang menjadi dasar larangan merokok di dalam ruangan. Merokok di luar ruangan lebih baik, walau residu nikotin akan tetap melekat di baju dan kulit yang terkena asap rokok. Kalau orang yang terkena residu nikotin tersebut masuk kembali ke dalam ruangan, residu itu dapat menyebar. Yang paling terancam dari hal tersebut adalah anak-anak.

Penelitian World Bank mengatakan, dengan pola merokok seperti saat ini, 500 juta orang yang hidup hari ini akhirnya akan terbunuh oleh penggunaan tembakau. Lebih dari separuh di antaranya saat ini adalah anak-anak dan remaja. Hingga tahun 2030, tembakau diperkirakan akan menjadi penyebab tunggal terbesar kematian di seluruh dunia.